Orang yang kuat bukanlah orang yang selalu menang di ring tinju, melainkan orang yang dapat melawan hawa nafsunya sendiri
Musuh manusia yang paling besar adalah hawa nafsunya sendiri. Nafsu tidak akan melepaskan manusia dan akan terus mengajaknya berbuat kejelekan. Nafsu ini pulalah yang memperkuat bisikan-bisikan setan pada manusia. Jadi jangan heran ketika bulan Ramadhan tiba yang katanya setan-setan terbelenggu tapi masih banyak kemaksiatan yang terjadi, itu karena nafsunya yang sulit dikendalikan olehnya.
Sifat manusia sebenarnya pasti selalu cenderung kepada keburukan hanya karena bimbingan Allah dan rahmat dari-Nya seorang manusia dapat terhindar dari keburukan hawa nafsunya.
“Kuasailah nafsumu! Kalau tidak, maka ia yang akan menguasaimu. Nafsu selalu mengajak kejahatan dalam soal dunia dan akhirat. Jauhilah orang-orang yang menjauhkan kamu dari Allah Azza Wajalla, seperti kamu menjauhi binatang buas. Berbuatlah sesuatu untuk Allah Azza Wajalla! Sesungguhnya orang yang berbuat sesuatu untuk Allah Azza Wajalla itu akan beruntung. Barang siapa yang mencintai Allah Azza Wajalla, maka Dia akan mencintainya. Dan barang siapa yang menghendaki Allah Azza Wajalla, maka Dia akan menghendakinya. Dan barang siapa yang mengenali Allah Azza Wajalla bererti ia telah mengenal dirinya sendiri.” ~ Syeikh Abdul Qadir Al-Jailani
Wahai sahabatku, jika engkau ingin tahu bentuk-bentuk dari hawa-nafsu
pelajarilah tentang Neraka, dengan ke tujuh pintunya.
Setiap saat, hawa-nafu mengeluarkan tipu-muslihat
dalam setiap tipu-muslihat itu tenggelam seratus Fir'aun bersama bala-tentaranya.
pelajarilah tentang Neraka, dengan ke tujuh pintunya.
Setiap saat, hawa-nafu mengeluarkan tipu-muslihat
dalam setiap tipu-muslihat itu tenggelam seratus Fir'aun bersama bala-tentaranya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar